Fadli Zon: Jangan Mendoktrin Jokowi Untuk Melakukan Sesuatu yang Bodoh

Satelitnews.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai safari politik keagamaan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo patut diapresiasi. Namun, dia mengingatkan dari kunjungan-kunjungannya itu, Presiden Jokowi jangan sampai mengirim sinyal salah terkait tujuan safari politik yang dilakukannya.

“Saya pikir begini, harus diapresiasi Pak Jokowi berkeliling, tapi jangan mengirim sinyal yang salah, apa ini maksudnya, termasuk ke pasukan-pasukan tentara, mengirimkan pasukan darurat, nah ini maksudnya apa,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (11/11/2016).

“Jangan mengirim sinyal yang salah. Apa ini mau menakut-nakuti rakyat. Tak boleh rakyat ditakut-takuti,” imbuh dia.

Selain mengunjungi dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan NU, Jokowi juga melakukan ‘safari pasukan’. Dia mengunjungi markas-markas kesatuan TNI-Polri.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, tujuan Jokowi berkeliling jangan sampai disalahartikan oleh masyarakat. Sehingga ia pun meminta penasihat-penasihat kepresidenan untuk memberi masukan-masukan yang baik dan jernih kepada Jokowi.

“Jangan kasih masukan (doktrin) presiden yang enggak beres (bodoh),” tutur Fadli.

Namun, ia menyayangkan adanya informasi yang kurang pas mengenai jumlah peserta demonstrasi. Informasi yang beredar jumlahnya 30 ribu orang, padahal menurut Fadli, mencapai mencapai jutaan.

“‎Kalau ini kan jauh sekali sangat berbahaya. Seperti negara amatiran, dan tidak profesional‎,” jelas Fadli.

Setelah aksi damai Bela Negara II 4 November, Presiden bertemu tokoh Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, serta LDII. Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengunjungi Mabes TNI AD dan dilanjutkan ke Mabes Polri di Jakarta Selatan.

Presiden Jokowi juga mengunjungi Markas Korps Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Lalu, Presiden Jokowi mengunjungi Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, setelah itu ke Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. (liputan6)