Menangis di Depan Ribuan Pendemo depan Gedung Sate, Deddy Mizwar: Lebih Baik Ahok Segera Dipenjara

Satelitnews.com – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro atau tepatnya di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/11). Mereka tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera ditahan atas kasus dugaan penistaan agama.

“Ahok secepatnya harus ditangkap dan ditahan untuk mencegah kemungkinan melarikan diri,” kata Asep Syaripudin, koordinator aksi.

Menurut dia, putusan Bareskrim Mabes Polri yang menyatakan Ahok sebagai tersangka dan hanya dicekal merupakan tindakan diskriminatif dan bertentangan hukum. Baginya, semua orang berkedudukan sederajat dalam hukum.

“Makanya penista agama itu sudah layak ditahan,” ujarnya.

Dia menambahkan, aksi turun ke jalan ini dilakukan bukan membawa isu SARA. Aksi ini murni dilakukan karena tergerak bagi penista agama yang dinilai menyakiti banyak umat muslim. “Ini murni agar penista agama diadili,” ungkapnya.

Menurutnya, gara-gara Ahok ihwal ucapan Surat Al-Maidah ayat 51 justru negara ini memanas. Padahal sebelum kejadian itu, kondisi Indonesia cukup tentram dan jauh dari benturan unsur pemecah belah bangsa.

“Kami mendukung NKRI dari segala unsur pemecah belah bangsa,” tandasnya.

Sekitar pukul 14.00 Wib ada sekitar 1.000 massa yang turun melakukan demonstrasi. Massa dengan mayoritas berjubah putih itu mengusung beberapa tulisan menuntut Ahok segera ditahan. Secara bergiliran, mereka melakukan orasi di bak mobil terbuka. Aksi ini menutup Jalan Diponegoro dari kedua arah.

Sementara ratusan kepolisian mengawal aksi tersebut dengan membuat barikade memanjang di depan gerbang kantor Gubernur Jabar itu.

demo-tangkap-ahok-di-gedung-sate

Demo tangkap Ahok depan Gedung Sate.

Dalam aksi massa itu, wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pun hadir di tengah-tengah demonstran. Ia sengaja mendatangi massa selepas salat Jumat.

Deddy sempat menyampaikan orasi dan ikut mengecam penistaan agama Islam yang diduga telah dilakukan Ahok. Bahkan, di depan para pendemo, Deddy sempat menangis.

“Saya setuju dicekal, tapi dicekal untuk keluar tahanan,” kata Deddy  di hadapan ribuan massa.

Pria yang akrab disapa Demiz ini menilai, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, Ahok diduga menuduh para pengunjuk-rasa yang mayoritas umat Islam pada 4 November dibayar.

“Saya sangat empati pada umat Islam, wajar kalau aksi lagi. Ini penghinaan. Artinya, kitabnya dihinakan, umatnya dihinakan juga,” ujar Deddy.

Sebagai pejabat publik, Ahok seharusnya bisa lebih bijak dan menjaga ucapannya sehingga tidak menyakiti perasaan pihak mana pun.

“Sekarang sudah menghina umat Islam. Saya umat Islam. Saya disumpah dengan Alquran. Jadi Alquran pegangan saya. Kalau Alquran dihina dan tidak ada pembelaan dari negara, saya bekerja untuk negara yang mana sebetulnya? Saya lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan iman saya,” Demiz bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

Oleh karena itu, menurut dia, wajar jika ada wacana unjuk rasa umat Islam pada 2 Desember nanti.

Deddy pun mendukung langkah berbagai organisasi umat Islam yang meminta agar Ahok sebagai tersangka penistaan agama untuk segera ditahan oleh polisi. Tak cukup hanya pencekalan ke luar negeri.

“Menurut saya lebih baik segera ditahan (penjara) karena kalau di luar dia tidak bisa menjaga mulutnya ,” kata Deddy.