Jadi Tersangka, Buni Yani: Mohon Doanya, Kebenaran Pasti Akan Menang!

Satelitnews.com – Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik, penghasutan dan SARA.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Buni Yani sempat berpesan kepada masyarakat, yakni memohon doa agar diberikan jalan yang terbaik.

Pesan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, Rabu (23/11/2016).

Baca : Jika Ahok Tak Dipenjara, Amien Rais: Saya Akan Memimpin Semua Rakyat Pisah Dari Indonesia

“Beliau barusan menitipkan pesan kepada masyarakat Mohon doanya dan beliau kaget tiba-tiba harus pada posisi keluar surat penangkapan yang otomatis tersangka, tapi yakin kebenaran akan menang” ucapnya.

Yang kedua, kata dia, Buni sebetulnya tidak melakukan apa yang dituduhkan.

Padahal, pihaknya sudah sampaikan bukti-bukti bahwa bukan dia yang pertama kali mengupload.

Baca : Lawan AS dan Australia, Panglima TNI: Semangat 45′, Mari Nusantara Bersatu!

“Mengapa tanggal 6 Oktober Mengupload ulang video yang berdurasi 30 detik yang diambil dari akun media NKRI sebelum itu banyak akun yang tanggal 5 lebih keras lebih provokatif,” ucapnya.

“Tanggal 5 banyak yang kemudian meng caption juga lebih keras kenapa harus buni yani. Lebih dari 5 akun,” kata Aldwin.

Menolak BAP

Buni Yani menolak berita acara penangkapan oleh polisi.

Alhasil, dia belum ditahan dan masih terus diperiksa.

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan dalam pemeriksaan ada 27 pertanyaan dari penyidik.

Di dalamnya, menurut Aldwin, tidak sesuai dengan proses hukum.

“Hari ini saya tegaskan sangat kecewa dan sangat kaget dan ini prosesnya tidak fair Pak Buni Yani baru pertama kali dimintai sebagai saksi dan selalu kooperatif. Tiba-tiba proses di BAP belum juga selesai digelar baru mau mengajukan nama-nama saksi BAP juga belum rapi. Langsung keluar surat penangkapan,” ucap Aldwin.

Baca : Segera Digelar ‘Operasi Zebra’ 2 Minggu, Inilah Daftar Pelanggaran Diincar & 7 Cara Agar Lolos

Menurutnya surat penangkapan itu diskriminatif.

Jadi, Buni Yani menolak menandatanganinya.

“Tapi beliau tidak mau menandatangani surat penangkapan sehingga akan dibuatkan berita acara penolakan karena hari ini lanjut pemeriksaan,” ucapnya. (tribunnews)