Dukung Aksi 212, Prabowo: “Rakyat Turun Kejalan Karena Suaranya Tidak Didengar”

Satelitnews.com – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi soal Aksi Damai 212 “Bela Islam III” yang menuntut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Saat tampil sebagai tamu khusus di acara bincang Rosi dengan presenter Rosiana Silalahi di Kompas TV Senin (28/11/2016), Prabowo menyampaikan bahwa dirinya dengan tegas mendukung Aksi bela Islam 3 “rakyat turun kejalan karena suarnya tidak di dengar” ujar prabowo.

Berikut komentar prabowo seperti yang kami kutip dari Kompas TV :

“Kalau Demokrasi kita berjalan dengan baik, kalau semua saluran baik, rakyat tentunya tidak mau turun kejalan, rakyat juga tak mau cape cape panas, iya kan. Rakyat turun kejalan karena merasa suaranya tidak di dengar.

Demokrasi itu harus kita jaga, demokrasi itu harus murni, demokrasi itu harus dijalankan dengan baik, tidak boleh rekayasa. Celakanya elit Indonesia ini sudah biasa dengan budaya rekayasa, jadi demokrasi kita menurut saya sedang dirusak, ya nyogok ini nyogok itu, beri suara, ketua partai disogok.

Jadi budaya merusak demokrasi ini membuat rakyat turun kejalan. Kalau rakyat percaya dengan DPR nya, kalau dia percaya dengan fraksi fraksinya rakyat juga tidak mau cape cape di panas. rakyat turun kejalan karena merasa suaranya tidak di dengar. iya kan.

Masalahnya itu, jadi kalau kita bersama. makanya kita coba meyakinkan membangun demokrasi yang benar, saya kalah sedih tapi saya hormat. gak ada masalah. mau jadi presiden mau jadi bupati mau jadi gubernur itu kan pengabdian, kan pengabdian, mengabdi. kalau mau jadi bupati gubernur presiden mau jadi menteri untuk memperkaya sendiri ah itu tanggung jawab masing masing berhadapan dengan rakyat dan berhadapan dengan sejarah. tetapi kalau bener bener mau mengabdi kenapa sih orang orang harus cero sum game, harus benci, harus dendam. 

Kalau demokrasi kita jalan dengan baik, kalau semua saluran baik. rakyat tentunya tidak mau turun kejalan, tidak perlu ada tekanan-tekanan. saya juga sependapat, pemerintah tidak boleh selalu di tekan oleh masa, untuk itu mari kita melaksanakan dialog, mereka hanya ingin ketemu Presiden. pemerintah perlu buka dialog”